Inovasi Mahasiswa Teknik Untan Industri ‘Kripik Sotong Pangkong’

Siapa yang tidak kenal sotong atau yang sering disebut dengan cumi-cumi. Kalimantan Barat kaya akan sumber lautnya menjadi potensi utama bagi masyarakat.

Agesti Sulistiani, mahasiswi Fakultas Teknik Industri semester 7 Universitas Tanjungpura menciptakan suatu inofasi baru dari sotong pangkong dalam mengikuti PKMK (Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan) dari Dikti.

“Pernah ikut lomba program kreativitas mahasiswa lalu kita mengirimkan proposal ke dikti dan didanai kegiatan kita,” ujar gesti, saat ditemui di acara seminar Teknik Industri.

Gesti melanjutkan, sebuah inovasi baru lahir ketika minimnya ole-ole khas dari Kalimantan Barat. Lalu ide itu pun muncul dibenaknya, katanya.

“Sotong pangkong, biasanya hanya ditemui di bulan ramadhan, dan di hari biasa itu sulit kalaupun ada itu jarang dan biasanya Sotong Pangkong dibakar kemudian di pangkong dan dikasih kuah-kuah,” ucap gesti.

Karena itulah Gesti mengajak teman-temannya untuk membuat sebuah inofasi baru, yang disebut kripik sotong pangkong karena berhubung ide itu juga di danai oleh Dikti. Prosesnya juga sedikit sulit, karena gesti dan temannya tidak bisa memproduksi banyak untuk dijual.

“Produksi kita cuma 10 bungkus saja setiap hari, ” ujarnya.

Ia pun mencoba, karena harus terealisasinya keinginan tersebut ia mencari sotong olahan yang sudah dikeringkan lalu di kasih bumbu resep dan tepung selanjutnya di goreng.

“Rasanya sama seperti rempeyek, namun kita sebut kripik sotong pangkong, ” ucapnya sambil tertawa.

Dalam proses pengerjaan, Gesti tidak sendiri. Ia pun mengajak teman-temannya yang mana satu diantarnya adalah senior dan teman sekelas dan mereka berjumlah 5 orang dalam satu tim.

“Kemarin saya pakai tim untuk membuat produksinya, sekitar 5 orang
dan kendalanya adalah di mangkongnya yang sulit, walaupun untuk nemukan sotong itu mudah, agar sotong itu kelihatan tipis dan dimakan gurih, karena tekstur sotong itu kan kenyil dan keras,” katanya.

Proses pembuatannya satu hari selesai, tetapi proses produksi tidak bisa banyak, hanya 10 bungkus aja. Ia pun berharap, jika memiliki kesempatan Gesti ingin melakukan lagi dan progres kedepannya ia akan mencari ide baru untuk mengeksplor suatu inofasi baru lagi, dan menjadi ciri khas Kalbar untuk bisa dikembangkan, pungkasnya.

You May Also Like

About the Author: Admin Industri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *